Kebutuhan bahan makanan asal hewan baik yang berasal dari daging maupun telur ayam ras semakin meningkat Hal ini karena pemenuhan gizi, khususnya protein hewani, juga semakin meningkat. Salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan protein hewani adalah melalui peternakan unggas, karena ternak unggas mempunyai keunggulan komparatif dibanding dengan ternak lainnya. Namun kenyataan yang ada hasil ternak unggas terutama daging masih berkualitas rendah.
Pemberian pakan ayam pedaging saat ini hanyak dilakukan secara ad /ibitum. Pemberian pakan dengan pola demikian akan membuat ayam makan setiap saat tanpa pernah mengalami lapar, sehingga pertumbuhan dan kandungan lemak dagingnya sangat tinggi. Pola pakan tersebut di atas sampai saat ini masih dipertahankan karena peternak selalu mengejar pertumbuhan cepat dengan waktu panen pendek dan berat badan tinggi tanpa mempedulikan kualitas daging yang dihasilkan.
Minggu, 02 November 2008
Kebutuhan bahan makanan
KETIKA BROILER NGOROK
Menurut pengalaman narasumber Infovet yang aktif di sebuah peternakan kemitraan, ngorok pada ayam bukanlah nama suatu penyakit, namun merupakan salah satu gejala klinis dari penyakit yang menyerang saluran pernafasan ayam. Ini bisa disebabkan oleh agen bakterial, viral, juga fisik seperti udara yang berdebu, perubahan cuaca, amonia, dll.
Seorang peternak bercerita kepada Infovet bahwa ayam broiler umur 12 hari mengalami ngorok atau gangguan pernafasan. Setelah vaksinasi IBD gejala makin parah. Ia pun bertanya mengapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya ?
Beberapa penyakit infeksius yang mempunyai manifestasi klinis gangguan pernafasan di antaranya adalah CRD, ILT, Coryza, ND, IB, TRT/SHS, AI. Gangguan/ penyakit pernafasan ini sering sekali terjadi pada ayam broiler, terutama untuk ayam yang dipelihara di kandang postal. Kejadian dipicu oleh banyak hal, baik dari dalam tubuh ayam sendiri maupun faktor lingkungan. Adanya ketidakseimbangan antara kondisi ayam dan lingkungan tersebut merupakan penyebab utamanya. Dan faktor yang terlibat tidak berdiri sendiri, selalu bersama-sama.
Seorang peternak bercerita kepada Infovet bahwa ayam broiler umur 12 hari mengalami ngorok atau gangguan pernafasan. Setelah vaksinasi IBD gejala makin parah. Ia pun bertanya mengapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya ?
Beberapa penyakit infeksius yang mempunyai manifestasi klinis gangguan pernafasan di antaranya adalah CRD, ILT, Coryza, ND, IB, TRT/SHS, AI. Gangguan/ penyakit pernafasan ini sering sekali terjadi pada ayam broiler, terutama untuk ayam yang dipelihara di kandang postal. Kejadian dipicu oleh banyak hal, baik dari dalam tubuh ayam sendiri maupun faktor lingkungan. Adanya ketidakseimbangan antara kondisi ayam dan lingkungan tersebut merupakan penyebab utamanya. Dan faktor yang terlibat tidak berdiri sendiri, selalu bersama-sama.
Kesejahteraan, Penyakit dan Produksi Ayam Pedaging
Produksi Ayam Broiler
Kesejahteraan, Penyakit dan Produksi Ayam Pedaging
Seleksi kawin silang untuk penambahan berat badan yang cepat dan pemberian antibiotik pertumbuhan dalam makanan menyebabkan ayam-ayam tidak sanggup menopang berat badannya sendiri. Dua puluh tahun yang lalu ayam broiler memerlukan 84 hari untuk mencapai berat badan untuk dipanen. Saat ini, mereka hanya memerlukan 42 hari untuk mencapai berat badan yang sama.
Sebuah studi Lembaga Penelitian Makanan dan Pertanian menemukan bahwa lebih dari 80% ayam broiler menderita patah tulang atau kerusakan tulang lainnya dalam pemeliharaan. Demikian Netfarm Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran Bandung.
Badan Pekerja dari Lembaga Kesejahteraan Hewan Ternak (FAWC= Farm Animal Welfare Council) untuk Ayam Broiler bersaksi atas terjadinya berbagai ”gangguan pada kaki akibat berbagai tingkat kekejaman” pada hampir semua peternakan yang pernah mereka kunjungi. Ayam-ayam tidak sedikit yang pincang dan mati karena kelaparan dan kehausan, karena tidak bisa mencapai tempat makanan atau minuman. Sementara ayam-ayam lainnya hanya bisa bergerak dengan mempergunakan sayap untuk menjaga keseimbangan. FAWC melukiskan bahwa ayam-ayam ini “jelas-jelas tertekan”.
Kesejahteraan, Penyakit dan Produksi Ayam Pedaging
Seleksi kawin silang untuk penambahan berat badan yang cepat dan pemberian antibiotik pertumbuhan dalam makanan menyebabkan ayam-ayam tidak sanggup menopang berat badannya sendiri. Dua puluh tahun yang lalu ayam broiler memerlukan 84 hari untuk mencapai berat badan untuk dipanen. Saat ini, mereka hanya memerlukan 42 hari untuk mencapai berat badan yang sama.
Sebuah studi Lembaga Penelitian Makanan dan Pertanian menemukan bahwa lebih dari 80% ayam broiler menderita patah tulang atau kerusakan tulang lainnya dalam pemeliharaan. Demikian Netfarm Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran Bandung.
Badan Pekerja dari Lembaga Kesejahteraan Hewan Ternak (FAWC= Farm Animal Welfare Council) untuk Ayam Broiler bersaksi atas terjadinya berbagai ”gangguan pada kaki akibat berbagai tingkat kekejaman” pada hampir semua peternakan yang pernah mereka kunjungi. Ayam-ayam tidak sedikit yang pincang dan mati karena kelaparan dan kehausan, karena tidak bisa mencapai tempat makanan atau minuman. Sementara ayam-ayam lainnya hanya bisa bergerak dengan mempergunakan sayap untuk menjaga keseimbangan. FAWC melukiskan bahwa ayam-ayam ini “jelas-jelas tertekan”.
Pemeliharaan Ayam Broiler periode Brooding
Pemeliharaan Ayam Broiler periode Brooding
Tujuan brooding adalah untuk menyediakan lingkungan yang nyaman dan sehat secara efisien dan ekonomis bagi anak ayam, untuk mencapai pertumbuhan optimal.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. cek kondisi mobil pengangkut saat DOC datang, yang meliputi: segel, kondisi kipas, surat jalan dan cek sample DOC 10% dengan disaksikan oleh sopir pengirim.
2. cek sample dengan memperhatikan jumlah DOC, DOC yang mati serta kondisi secara umum (lincah, diam, cacat, dll)
3. setelah DOC dicek, segera disebar ke brooder masing-masing yang telah disiapkan.
4. berikan air gula 2% selama 1-2 jam pertama, kemudian ganti dengan elektrolit dan antibiotika untuk 3-5 hari pertama
5. nyalakan pemanas sebelum DOC datang untuk kestabilan suhu dalam brooding. Pastikan sushu pemanas 32-330C dan dikurangi secara brtahap sesuai kebutuhan ayam. Perhatikan penyebaran anak ayam dalam brooding sebagai indicator ketepatan kebutuhan pemanas.
Tujuan brooding adalah untuk menyediakan lingkungan yang nyaman dan sehat secara efisien dan ekonomis bagi anak ayam, untuk mencapai pertumbuhan optimal.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. cek kondisi mobil pengangkut saat DOC datang, yang meliputi: segel, kondisi kipas, surat jalan dan cek sample DOC 10% dengan disaksikan oleh sopir pengirim.
2. cek sample dengan memperhatikan jumlah DOC, DOC yang mati serta kondisi secara umum (lincah, diam, cacat, dll)
3. setelah DOC dicek, segera disebar ke brooder masing-masing yang telah disiapkan.
4. berikan air gula 2% selama 1-2 jam pertama, kemudian ganti dengan elektrolit dan antibiotika untuk 3-5 hari pertama
5. nyalakan pemanas sebelum DOC datang untuk kestabilan suhu dalam brooding. Pastikan sushu pemanas 32-330C dan dikurangi secara brtahap sesuai kebutuhan ayam. Perhatikan penyebaran anak ayam dalam brooding sebagai indicator ketepatan kebutuhan pemanas.
Kamis, 30 Oktober 2008
Penelitian Kemitraan Broiler
(( Bagaimana kenyataannya sehingga, kita memperoleh gambaran adanya harapan untuk tercapainya usaha peternakan maju, ekonomis dan mandiri? ))
Permasalahan utama yang dihadapi peternak rakyat dalam usaha peternakan ayam pedaging adalah keterbatasan kemampuan modal untuk penyediaan agro input, khususnya pakan yang merupakan komponen terbesar (60-75%) dari total biaya produksi. Demikian Gunawan K Johar dari Institut Teknologi Bandung.
Maka, kata Gunawan, hampir seluruh kemitraan ayam ras pedaging yang terbentuk adalah merupakan anak perusahaan dari perusahaan pakan. Kemitraan yang dianggap sebagai jawaban untuk mengangkat kembali usaha peternakan rakyat dari keterpurukan akibat krisis ekonomi. Bagaimana kenyataannya sehingga, kita memperoleh gambaran adanya harapan untuk tercapainya usaha peternakan maju, ekonomis dan mandiri?
Permasalahan utama yang dihadapi peternak rakyat dalam usaha peternakan ayam pedaging adalah keterbatasan kemampuan modal untuk penyediaan agro input, khususnya pakan yang merupakan komponen terbesar (60-75%) dari total biaya produksi. Demikian Gunawan K Johar dari Institut Teknologi Bandung.
Maka, kata Gunawan, hampir seluruh kemitraan ayam ras pedaging yang terbentuk adalah merupakan anak perusahaan dari perusahaan pakan. Kemitraan yang dianggap sebagai jawaban untuk mengangkat kembali usaha peternakan rakyat dari keterpurukan akibat krisis ekonomi. Bagaimana kenyataannya sehingga, kita memperoleh gambaran adanya harapan untuk tercapainya usaha peternakan maju, ekonomis dan mandiri?
Karkas ayam pedaging
Untuk menghindari pemasaran daging ayam yang membahayakan konsumen, tidak layak sebagai bahan pangan dan pemalsuan, perlu disusun standar karkas ayam pedaging yang dapat dilaksanakan oleh para produsen dan dapat diterima oleh konsumen. Selain itu dengan adanya standar untuk karkas ayam pedaging, konsumen akan lebih mudah menentukan pilihannya, produsen akan meningkatkan usahanya untuk menghasilkan produk yang baik dan memungkinkan adanya persaingan harga yang sehat.
Karkas ayam pedaging, ruang lingkup standar ini meliputi klasifikasi yang terdiri dari cara penanganan, cara pemotongan karkas, ukuran dan mutu; persyaratan yang meliputi bahan asal, penyiapan karkas, pengolahan pasca panen, bahan pembantu, bahan tambahan, mutu produk akhir dan pengemasan serta cara pengambilan contoh dan methode analisis.Asites pada Ayam Pedaging
Authors:
Tarmudji
Series:
Buletin Ilmu Peternakan Indonesia ( WARTAZOA), Volume 15 No .1 (2005)
Abstract:
Asites merupakan problem umum yang terjadi pada ayam pedaging (broiler) yang terseleksi (laju pertumbuhannya tinggi) .Kejadian ini sering dihubungkan dengan kegagalan jantung . Problem ini berawal dari ketidakmampuan paru-paru karena volumenya yang kecil dan kapasitas kapiler darah yang terbatas untuk pertukaran oksigen yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya. Akibatnya terjadi sindrom hipertensi pulmonum (pulmonary hypertension syndromelPHS) yang disebabkan oleh peningkatan aliran darah di dalam kapiler paru-paru . Hal ini dapat menimbulkan hipertropi ventrikel kananjantung, ketidak mampuan katup jantung, peningkatan tekanan pada vena dan akhirnya terjadi asites . Secara genetik, volume paru-paru yang relatif lebih kecil dibanding bobot tubuh ayam pedaging merupakan faktor predisposisi penyebab asites .
Series:
Buletin Ilmu Peternakan Indonesia ( WARTAZOA), Volume 15 No .1 (2005)
Abstract:
Asites merupakan problem umum yang terjadi pada ayam pedaging (broiler) yang terseleksi (laju pertumbuhannya tinggi) .Kejadian ini sering dihubungkan dengan kegagalan jantung . Problem ini berawal dari ketidakmampuan paru-paru karena volumenya yang kecil dan kapasitas kapiler darah yang terbatas untuk pertukaran oksigen yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya. Akibatnya terjadi sindrom hipertensi pulmonum (pulmonary hypertension syndromelPHS) yang disebabkan oleh peningkatan aliran darah di dalam kapiler paru-paru . Hal ini dapat menimbulkan hipertropi ventrikel kananjantung, ketidak mampuan katup jantung, peningkatan tekanan pada vena dan akhirnya terjadi asites . Secara genetik, volume paru-paru yang relatif lebih kecil dibanding bobot tubuh ayam pedaging merupakan faktor predisposisi penyebab asites .
Langganan:
Postingan (Atom)