Kamis, 30 Oktober 2008

Penelitian Kemitraan Broiler


(( Bagaimana kenyataannya sehingga, kita memperoleh gambaran adanya harapan untuk tercapainya usaha peternakan maju, ekonomis dan mandiri? ))

Permasalahan utama yang dihadapi peternak rakyat dalam usaha peternakan ayam pedaging adalah keterbatasan kemampuan modal untuk penyediaan agro input, khususnya pakan yang merupakan komponen terbesar (60-75%) dari total biaya produksi. Demikian Gunawan K Johar dari Institut Teknologi Bandung.

Maka, kata Gunawan, hampir seluruh kemitraan ayam ras pedaging yang terbentuk adalah merupakan anak perusahaan dari perusahaan pakan. Kemitraan yang dianggap sebagai jawaban untuk mengangkat kembali usaha peternakan rakyat dari keterpurukan akibat krisis ekonomi. Bagaimana kenyataannya sehingga, kita memperoleh gambaran adanya harapan untuk tercapainya usaha peternakan maju, ekonomis dan mandiri?

Karkas ayam pedaging

Untuk menghindari pemasaran daging ayam yang membahayakan konsumen, tidak layak sebagai bahan pangan dan pemalsuan, perlu disusun standar karkas ayam pedaging yang dapat dilaksanakan oleh para produsen dan dapat diterima oleh konsumen. Selain itu dengan adanya standar untuk karkas ayam pedaging, konsumen akan lebih mudah menentukan pilihannya, produsen akan meningkatkan usahanya untuk menghasilkan produk yang baik dan memungkinkan adanya persaingan harga yang sehat.

Karkas ayam pedaging, ruang lingkup standar ini meliputi klasifikasi yang terdiri dari cara penanganan, cara pemotongan karkas, ukuran dan mutu; persyaratan yang meliputi bahan asal, penyiapan karkas, pengolahan pasca panen, bahan pembantu, bahan tambahan, mutu produk akhir dan pengemasan serta cara pengambilan contoh dan methode analisis.

Asites pada Ayam Pedaging

Authors:
Tarmudji

Series:
Buletin Ilmu Peternakan Indonesia ( WARTAZOA), Volume 15 No .1 (2005)
Abstract:

Asites merupakan problem umum yang terjadi pada ayam pedaging (broiler) yang terseleksi (laju pertumbuhannya tinggi) .Kejadian ini sering dihubungkan dengan kegagalan jantung . Problem ini berawal dari ketidakmampuan paru-paru karena volumenya yang kecil dan kapasitas kapiler darah yang terbatas untuk pertukaran oksigen yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya. Akibatnya terjadi sindrom hipertensi pulmonum (pulmonary hypertension syndromelPHS) yang disebabkan oleh peningkatan aliran darah di dalam kapiler paru-paru . Hal ini dapat menimbulkan hipertropi ventrikel kananjantung, ketidak mampuan katup jantung, peningkatan tekanan pada vena dan akhirnya terjadi asites . Secara genetik, volume paru-paru yang relatif lebih kecil dibanding bobot tubuh ayam pedaging merupakan faktor predisposisi penyebab asites .

Broiler Lemak Rendah

Kembangkan Ayam Pedaging Kadar Lemak Rendah

Penyakit jantung koroner dan obesitas merupakan momok yang menakutkan masyarakat. Untuk menyiasati agar ayam broiler tidak menjadi ancaman bagi kesehatan karena kadar lemaknya yang tinggi, Muchammad Sobri SPt MP, dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan ayam pedaging dengan kadar lemak rendah.

Ayam broiler yang diternakkan Sobri ini berasal dari bibit yang sama dengan ayam pedaging yang diternakan oleh peternak lainnya yang ada di Malang. Hanya saja proses penggemukan ayam broiler itu yang berbeda dengan ayam lain. Perbedaan mendasarnya terletak dari sisi kadar lemak yang ada dalam tubuh ayam sendiri. Pakannya tidak menggunakan konsentrat yang di jual dipasaran tetapi menggunakan pakan yang di ramu sendiri.

Jumat, 24 Oktober 2008

Dusta Pedagang Ayam Potong

Mengamati perkembangan pasar ayam di tanah air, kita mendapatkan kenyataan bahwa rata-rata pasar becek itu kurang memenuhi standar untuk kriteria Aman-Sehat-Utuh-Halal (ASUH) yang menjadi standar utama bagi kesehatan produk asal ternak.

Para peneliti dari Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor mendapatkan hal itu juga, dikaitkan dalam penelitian mereka untuk mengetahui tingkat penyebaran penyakit Flu Burung yang banyak disukung oleh kondisi pasar becek yang demikian.

Sigi Dusta Pedagang Ayam Potong Liputan6.com, Jakarta: Boleh dibilang daging ayam potong memang menjadi andalan kebutuhan gizi mayoritas masyarakat Indonesia. Di Jakarta saja, kebutuhan ayam potong mencapai 1,5 juta ekor per hari. Sementara di Tanah Air kebutuhan ayam potong ini diperkirakan mencapai tiga juta sampai lima juta ekor per hari. Tak mengherankan, bila keberadaan pedagang ayam potong di sejumlah pasar di Nusantara kerap diserbu pembeli setiap harinya. Bahkan sejak pagi buta konsumen ayam potong sudah bisa membelinya untuk berbagai kebutuhan seperti untuk masakan di rumah dan menu hidangan di rumah makan.

Budidaya Ayam Pedaging

BUDIDAYA AYAM PEDAGING (BROILER)

I. Pendahuluan
Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara alami (non-Kimia).

II. Pemilihan Bibit
Bibit yang baik mempunyai ciri : sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih

III. Kondisi Teknis yang Ideal