Minggu, 31 Oktober 2010

Harga Ayam 1 Nopember 2010

Info ini berasal dari Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara, menyatakan harga posko Pinsar (Pusat Informasi Pasar) Unggas pada Senin, 01 November 2010 adalah sebagai berikut:

Ayam berat 08-10 kg = seharga Rp 17,700

10-12 = 16,800

12-14 = 15,100

14-16 = 14,800

16-18 = 14,500

18 up = 14,200

Menurut sumber itu, ayam ukuran besar sudah mulai berkurang. Katanya saat ini merupakan tanggal muda, dan permintaan mulai meningkat. Peternak optimis dengan kemajuan bisnis yang stabil

Ngorok, Jangan Langsung Antibiotik

Hari ini seorang senior yang dosen penulis waktu berkuliah di FKH Unair Surabaya menyampaikan pengalaman ketika ayam CRD atau terserang penyakit Ngorok bila diberi pengobatan dengan antibiotika akan mengalami kematian hingga 80 persen, karena penyumbatan hidung dan saluran pernapasan lain hingga ayam susah bernapas. Drh Pratisto, namanya, mempunyai pengalaman sebelum diberi antibiotika itu ia memberi Dextrometorphan dulu untuk mengeluarkan ingus ayam. Setelah ingus keluar baru diberi antibiotik untuk membunuh bakteri Koli.Untuk mendukung penyembuhan diberi vitamin C dan A. Kematian pun Nol.

KONTAK

MAJAS
Bermakna dan Jelas

Website:
http://www.penerbitmajas.com

Email:
penerbitmajas@yahoo.com

Alamat: 
Toko Dewi Sri 
Jl. Raya Plaosan 61 Babat 
Lamongan 62271

Telepon: 0322 457383, 0815 9306584, 085852985854

Minggu, 02 November 2008

Kebutuhan bahan makanan

Kebutuhan bahan makanan asal hewan baik yang berasal dari daging maupun telur ayam ras semakin meningkat Hal ini karena pemenuhan gizi, khususnya protein hewani, juga semakin meningkat. Salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan protein hewani adalah melalui peternakan unggas, karena ternak unggas mempunyai keunggulan komparatif dibanding dengan ternak lainnya. Namun kenyataan yang ada hasil ternak unggas terutama daging masih berkualitas rendah.
Pemberian pakan ayam pedaging saat ini hanyak dilakukan secara ad /ibitum. Pemberian pakan dengan pola demikian akan membuat ayam makan setiap saat tanpa pernah mengalami lapar, sehingga pertumbuhan dan kandungan lemak dagingnya sangat tinggi. Pola pakan tersebut di atas sampai saat ini masih dipertahankan karena peternak selalu mengejar pertumbuhan cepat dengan waktu panen pendek dan berat badan tinggi tanpa mempedulikan kualitas daging yang dihasilkan.

KETIKA BROILER NGOROK

Menurut pengalaman narasumber Infovet yang aktif di sebuah peternakan kemitraan, ngorok pada ayam bukanlah nama suatu penyakit, namun merupakan salah satu gejala klinis dari penyakit yang menyerang saluran pernafasan ayam. Ini bisa disebabkan oleh agen bakterial, viral, juga fisik seperti udara yang berdebu, perubahan cuaca, amonia, dll.

Seorang peternak bercerita kepada Infovet bahwa ayam broiler umur 12 hari mengalami ngorok atau gangguan pernafasan. Setelah vaksinasi IBD gejala makin parah. Ia pun bertanya mengapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya ?

Beberapa penyakit infeksius yang mempunyai manifestasi klinis gangguan pernafasan di antaranya adalah CRD, ILT, Coryza, ND, IB, TRT/SHS, AI. Gangguan/ penyakit pernafasan ini sering sekali terjadi pada ayam broiler, terutama untuk ayam yang dipelihara di kandang postal. Kejadian dipicu oleh banyak hal, baik dari dalam tubuh ayam sendiri maupun faktor lingkungan. Adanya ketidakseimbangan antara kondisi ayam dan lingkungan tersebut merupakan penyebab utamanya. Dan faktor yang terlibat tidak berdiri sendiri, selalu bersama-sama.

Kesejahteraan, Penyakit dan Produksi Ayam Pedaging


Produksi Ayam Broiler

Kesejahteraan, Penyakit dan Produksi Ayam Pedaging

Seleksi kawin silang untuk penambahan berat badan yang cepat dan pemberian antibiotik pertumbuhan dalam makanan menyebabkan ayam-ayam tidak sanggup menopang berat badannya sendiri. Dua puluh tahun yang lalu ayam broiler memerlukan 84 hari untuk mencapai berat badan untuk dipanen. Saat ini, mereka hanya memerlukan 42 hari untuk mencapai berat badan yang sama.

Sebuah studi Lembaga Penelitian Makanan dan Pertanian menemukan bahwa lebih dari 80% ayam broiler menderita patah tulang atau kerusakan tulang lainnya dalam pemeliharaan. Demikian Netfarm Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran Bandung.

Badan Pekerja dari Lembaga Kesejahteraan Hewan Ternak (FAWC= Farm Animal Welfare Council) untuk Ayam Broiler bersaksi atas terjadinya berbagai ”gangguan pada kaki akibat berbagai tingkat kekejaman” pada hampir semua peternakan yang pernah mereka kunjungi. Ayam-ayam tidak sedikit yang pincang dan mati karena kelaparan dan kehausan, karena tidak bisa mencapai tempat makanan atau minuman. Sementara ayam-ayam lainnya hanya bisa bergerak dengan mempergunakan sayap untuk menjaga keseimbangan. FAWC melukiskan bahwa ayam-ayam ini “jelas-jelas tertekan”.

Pemeliharaan Ayam Broiler periode Brooding

Pemeliharaan Ayam Broiler periode Brooding

Tujuan brooding adalah untuk menyediakan lingkungan yang nyaman dan sehat secara efisien dan ekonomis bagi anak ayam, untuk mencapai pertumbuhan optimal.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. cek kondisi mobil pengangkut saat DOC datang, yang meliputi: segel, kondisi kipas, surat jalan dan cek sample DOC 10% dengan disaksikan oleh sopir pengirim.
2. cek sample dengan memperhatikan jumlah DOC, DOC yang mati serta kondisi secara umum (lincah, diam, cacat, dll)
3. setelah DOC dicek, segera disebar ke brooder masing-masing yang telah disiapkan.
4. berikan air gula 2% selama 1-2 jam pertama, kemudian ganti dengan elektrolit dan antibiotika untuk 3-5 hari pertama
5. nyalakan pemanas sebelum DOC datang untuk kestabilan suhu dalam brooding. Pastikan sushu pemanas 32-330C dan dikurangi secara brtahap sesuai kebutuhan ayam. Perhatikan penyebaran anak ayam dalam brooding sebagai indicator ketepatan kebutuhan pemanas.